Penggunaan Proteus 8 ( membuat lampu natal )

                 

PENDAHULUAN

Perkembangan teknologi telah berkembang sangatlah pesat dan sampai kapanpun akan  terus berkembang seiring berjalannya waktu dengan penemuan – penemuan baru. Seperti halnya lampu yang sedang kita buat untuk project elektronika analog ini.

Transistor adalah komponen elektronika yang terbuat dari bahan semikonduktor dan mempunyai tiga elektroda (triode) yaitu dasar (basis), pengumpul (kolektor) dan pemancar (emitor). Transistor yang kita gunakan untuk penguat lampu natal ini adalah transistor NPN. Transistor NPN adalah transistor positif dimana transistor dapat bekerja mengalirkan arus listrik apabila basis dialiri tegangan arus positif. Sedangkan transistor PNP adalah transistor negatif,dapat bekerja mengalirkan arus apabila basis dialiri tegangan negatif. Resistor disini digunakan sebagai tahanan untuk IC agar tidak panas dan cepat rusak. Dan juga sebagai tahanan transistor

  IC CD4017B jenisIC dari keluarga IC CMOS (Complentary Metal Oxide Semiconductor). Karena termasuk R1 8 4762R2C11 53 Output555C2Th Tl Pin3Alat penerangan otomatis dan sistem keamanan menggunakan IC 555 Small Project I 29 dalam keluarga CMOS,

IC yang kita gunakan pada rangkaian ini adalah IC 4093, IC tersebut berjenis CMOS (Complementer Metal Oxide Semiconductor). IC CMOS banyak digunakan pada instrument-instrumen elektronik karena dilihat dari keunggulan teknologinya dibandingkan dengan jenis IC lainnya.

Pada perancangan Rangkaian Saklar Elektronik jumlah saklar elektronis yang harus disediakan berdasarkan banyaknya jumlah kanal yang terdapat di mixer, karena terdapat dua buah kanal maka diperlukan dua buah saklar elektronik. Satu buah sumber sinyal clock akan dibagi menjadi dua buah sinyal clock yang nantinya akan mengaktifkan dua buah saklar elektronis secara bergantian. Transitor 2N3440/2N3439 transistor dalam rangkaian ini digunakan sebagai saklar, sehingga menyalakan LED.

LED (Light Emitting Diode) LED atau singkatan dari Light Emitting Diode merupakan komponen     elektronika yang terbuat dari bahan semi konduktor jenis dioda yang mampu memencarkan cahaya. LED merupakan produk temuan lain setelah dioda. Strukturnya juga sama dengan dioda, tetapi belakangan ditemukan bahwa elektron yang menerjang sambungan P-N. Untuk mendapatkna emisi cahaya pada semikonduktor, doping yang pakai adalah galium, arsenic dan phosporus.


   Tujuan

1      Dapat mengetahui komponen apa saja yang menyusun pembuatan lampu natal.

2      Dapat mengetahui penerapan transistor pada rangkaian penguat lampu natal.

3      Dapat mengetahui fungsi model penguat pada rangkaian tersebut,

4      Dapat mengetahui sistem kerja penguat lampu natal.


Rumusan Masalah 

1.    Apa saja komponen yang menyusun pembuatan lampu natal?

2.    Bagaimana penerapan transistor pada rangkaian penguat lampu natal?

3.    Apa fungsi model penguat pada rangkaian tersebut?

4.    Bagaimana sistem kerja penguat lampu natal?


DIAGRAM SKEMATIK

Langkah- langkah pembuatan skematik 

1.    Langkah pertama membuka program proteus, yaitu pada dekstop window klik shortcut program proteus.









                                                    Gambar 2.1 Memulai Program


2. Setelah memasuki program Proteus, pada window display, maka klik new project pada bagian start.

.     

 








                                                    Gambar 2.2 Tampilan Awal Proteus


3.      Masukan nama project pada tampilan new project wizard, Setelah itu pilih desain untuk menggambar rangkaian, lalu klik next 

                        Gambar 2.3 Tampilan Memilih Desain Rangkaian Pada Proteus

 

4.      Setelah itu pilih desain untuk menggambar rangkaian, lalu klik next Klik do not create PCB layout, lalu klik next

Gambar 2.4 Tampilan Memilih PCB layout


5.      Klik no firmware project, lalu klik next

Gambar 2.5 Tampilan New Project Wizard: Firmware. 

 

6.      Klik finish pada tampilan summary

                                    Gambar 2.6 Tampilan New Project: Summary

 

7.      Project baru telah dibuat

                                             Gambar 2.7 Tampilan New Project 

 

8.      Selanjutnya mencari daftar komponen rangkaian, yaitu dengan mengklik icon P


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                Gambar 2.8 mencari daftar komponen

 

9.      Masukan nama komponen pada kolom keywords. Jika koponen sudah didapat, selanjutnya klik oke. Begitu seterusnya hingga semua komponen telah didapat

Gambar 2.9  Mencari Nama Komponen pada Kolom Keyword.

  

10.  Komponen-komponen yang sudah dipilih akan muncul pada daftar komponen.

Gambar 2.10 Nama nama Komponen yang Sudah dipilih.

 

11.  Selanjutnya membuat rangkaian

Gambar 2.11 Tampilan Membuat Komponen yang Sudah Tersusun.

 

  

2.3    Jenis Komponen

        Jenis-jenis komponen yang di gunakan dalam rangkaian adalah sebagai berikut:

1.                 Komponen 2N3417


                       

                                     Gambar 2.12 Tampilan Komponen 2N3417

 

2.           Komponen 9C4021

           Komponen 9C4021 ini memiliki bentuk komponen yang sama, hanya saja yang berbeda kapasitas         arunsya. Antara lain 220k,330k,33k,100k,3.3m,100,330,220

 

 

 

 

 

 

 

 

   


                        Gambar 2.13 Tampilan Komponen 9C402 dan Kawannya. 

 

3.              Komponen 4017

 

 

 

 

 

 

 



Gambar 2.14 Tampilan Komponen 4017

 

4.              Komponen 4066 IEC

 

 

 

 

 

 

 

 

                                    Gambar 2.15 Tampilan Komponen 4066 IEC

 

5.              Komponen 4093

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 2.16 Tampilan Komponen 4093

 

6.                  Komponen Battery

 

 

 

 

 

 


                                        Gambar 2.17 Tampilan Komponen Battery

 

7.                  Komponen Switch

 

 

 

 

 

 

 

                                     Gambar 2.18 Tampilan Komponen Switch

 

8.              Komponen Led

 

 

 

 

 

 




Gambar 2.19 Tampilan Komponen Led

 

2.4             Hasil Rangkaian dan Simulasi.

        Pada software Proteus, tersedia fasilitas simulasi terhadap rangkaian yang sudah dikerjakan.             Fungsi ini digunakan untuk melakukan pengecekan pada rangkaian, mencoba sistem kerja                      rangkaian, dan mengurangi tingkat kesalahan serta kegagalan pada pembuatan PCB

      Berikut adalah hasil simulasi dari rangkaian penguat lampu

1.      Simulasi Rangkaian Penguat

 

 

 

 

 

 

Gambar 2.20 Tampilan Rangkaian Penguat sebelum di Simulasi.

 

2.      Simulasi Rangkaian Penguat Ketika Lampu Led  Menyala Bewarna Merah.

Pin 0 mengaktifkan LED merah. Jika pin 0 aktif maka LED merah yang akan menyala terlebih dahulu.

 

 

 

 

 


Gambar 2.21 Tampilan Led Bewarna Merah


3.      Simulasi Rangkaian Penguat Ketika Lampu Led Menyala Bewarna Kuning.

Pin 1 mengaktifkan LED kuning. Jika  pin 1 aktif maka LED kuning yang akan menyala.

 

 

 

 


Gambar 2.22 Tampilan Led Bewarna Kuning.


4.      Simulasi Rangkaian Penguat Ketika Lampu Led Menyala Bewarna Hijau

                    Pin 2 mengaktifkan LED hijau. Jika pin 2 aktif maka LED hijau yang akan menyala.

 

 

 

 

 

Gambar 2.23 Tampilan Led Bewarna Hijau.


5.      Simulasi Rangkaian Penguat Ketika Lampu Led Menyala Bewarna Biru

Pin 3 mengaktifkan LED biru. Jika pin 3 aktif maka LED biru yang akan menyala

 

 

 

 

 

Gambar 2.24 Tampilan Led Bewarna Biru

 

6.      Simulasi Rangkaian Penguat Ketika Lampu Led Menyala Bewarrna Warni

Pin 4 mengaktifkan semua LED. Jika pin 4 aktif maka semua LED akan menyala secara bersama-sama dan juga bergantian (flip flop)

 

 

 

 

 

                                                    Gambar 2.25 Tampilan Led Bewarna Warni. 


PENUTUP

              Kesimpulan 

Dari percobaan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan dengan sebagai berikut: Proteus lebih memiliki kelebihan pada desainnya yang sederhana, sangat mudah digunakan untuk perancangan rangkaian mikrokontroller.

Karena digunakan untuk membuat berbagai macam rangkaian dengan berbagai jenis komponen serta mikrokontroller, perangkat lunak ini dirancang sedemikian rupa agar memudahkan pengguna dalam melakukan tugasnya.

        Skema Rangkaian 

Pada pengembangan project lanjut, lampu LED diberi resistor, karena apabila tidak diberi resistor, maka LED tidak akan kuat menahan arus yang masuk, maka LED akan konslet dan mati.

LED diberi tahanan berupa restor untuk menahan arus yang masuk, semakin besar nilai hambatannya, semakin kecil pula keterangan atau kecerahan pada LED.

        Saran 

    Untuk lebih mengenal pada orientasi awal dari pengerjaan tugas dan percobaan maka         perlu adanya evaluasi dari yang terkait dengan lebih menekankan bobot tugas pada kelompok         sehingga lebih tercipta suatu penyelesaian dari implikasi dari mahasiswa dengan nuansa            kemandirian penyelesaian tugas baik selama pengerjaan tugas maupun selama pengerjalaporan

      Kemungkinan selama penyelesaian tugas adanya suatu ketergantungan terhadap suatu         penyelesaian tugas, yang seharusnya mampu dikerjakan dengan kooperatif, sehingga                     menimbulkan konsekwensi logis terhadap pemerataan kemampuan penguasaan dan mengerti         terhadap proses pengerjaaan tugas.



Daftar Pustaka 

http://zainabkhoirullailah.blogspot.com/2015/12/rangkaian-penguat-lampu.html?m=1

Ibnu Malik Moh. ,”Belajar mikrokontroler”, Gaya Media, Yogyakarta,2003

Wikipedia https://www.theoi.com/Pontios/Proteus.html

https://www.coursehero.com/file/12403676/BAB-I-PROTEUS/


Komentar

Postingan populer dari blog ini

curplik ,, ( cuplik'an curhat )

things that make me fly XD

I was quite sad :(